NEWSWAY.CO.ID, JAKARTA – Sejak memimpin pemerintahan pada Oktober 2024, Presiden RI Prabowo Subianto beberapa kali melakukan reshufle, kali ini merupakan reshuffle kelima yang dilakukan Prabowo terhadap kabinetnya. Dasar hukum pelantikannya, yaitu Keputusan Presiden Nomor 50, 51, 52, dan 53 Tahun 2026.
Dilansir dari Kompas.com,setidaknya ada enam jabatan setingkat menteri dan kepala badan hingga penasihat khusus presiden yang dirombak Prabowo. Sumpah pelantikan telah digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/04/2026).
Salah satu yang dirombak ialah jabatan Menteri Lingkungan Hidup atau Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup yang kini dijabat oleh Mohammad Jumhur Hidayat. Posisi ini sebelumnya diemban oleh Hanif Faisol Nurofiq yang kini ditugaskan sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Padahal diketahui, Hanif Faisol saat ini sedang gencar-gencarnya safari ke beberapa daerah untuk melakukan transformasi pengelolaan sampah, terbaru beliau berkunjung ke Kota Banjarbaru dan memberikan sambutan bagaimana sampah harus dikelola dengan baik.
“Banjarbaru harus jadi pilot project pengelolaan sampah kedepan,”ujarnya kala itu.
Ternyata, sepekan setelah itu, Prabowo memilih aktivis buruh Jumhur Hidayat untuk menggantikan posisi Faisol, bahkan ia mengaku sudah menyiapkan program prioritas setelah dilantik menjadi Menteri Lingkungan Hidup (LH) oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sebelum pelantikan, Jumhur sempat menyebutkan, Menteri LH mempunyai banyak tugas yang harus diselesaikan, salah satunya adalah terkait sampah.
“Menteri LHK banyak tugas dan harus kita tuntas kerja keras, yang paling di depan mata ya soal sampah apa semua ya. Terus kita harus keep up juga dengan isu-isu atau kesepakatan internasional secara bertahap kita harus penuhi, kira-kira gitulah,” kata Jumhur di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (27/4/2026).
Jumhur bersama sejumlah tokoh lainnya sudah tiba di Istana untuk dilantik menjadi pejabat negara. Ia datang bersama istri dan anaknya serta mengenakan jas hitam dan dasi biru muda seperti para tokoh lainnya yang akan dilantik.
Meski sudah punya program sebagai Menteri LH, Jumhur mengaku tidak tahu jabatan apa yang akan ia emban lewat reshuffle kabinet itu.
“Ya, hadir ada pelantikan. Pelantikan apanya belum tahu,” ujar Jumhur sebelum pelantikan.
Selain Jumhur, tokoh-tokoh lain yang sudah tiba di Istana dan akan dilantik oleh Prabowo adalah Penasihat Khusus Presiden Republik Indonesia urusan Pertahanan Nasional Dudung Abdurachman, Kepala Staf Presiden M Qodari, dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol. Kemudian, mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi, serta mantan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding.(nw)
