NEWSWAY.CO.ID, JAWA TENGAH – Di tengah kondisi anggaran desa yang semakin terbatas, sejumlah desa di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah bakal memperoleh suntikan investasi melalui Program Swasembada Ekonomi Hijau dan Pangan Terintegrasi (Sehati).
Program ini adalah hasil kolaborasi antara Kementrian Desa dan Pembangunanan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) dengan World Bank, dijadwalkan berjalan 2027 hingga 2031 tersebut memiliki nilai investasi mencapai 600 juta Dollar Amerika Serikat.
Program ini menyasar sekitar 7.000 desa berkembang dan desa maju di seluruh Indonesia, di Banyumas sendiri, empat telah dipersiapkan untuk masuk dalam program tersebut.
Empat desa itu adalah Desa Wlahar Kulon ( Kecamatan Patikraja), Desa Tumiyang (Kecamatan Kebasen), Desa Pengadegan (Kecamatan Wangon), dan Desa Karanganyar (Kecamatan Jatilawang)
Saat berkunjung ke Desa Karanganyar Kecamatan Jatilawang Mekri dari Team Divisi Pengembangan Ekonomi Desa menegaskan bahwa desa adalah kunci utama dalam mewujudkan pemerataan ekonomi dan ketahanan nasional.
“Kami melihat Desa Karanganyar sebagai contoh nyata bagaimana pembangunan dari bawah bisa menggerakkan ekonomi hijau dan ketahanan pangan. Program SEHATI adalah jawaban untuk membangun kemandirian desa yang berkelanjutan,” ujar Perwakilan Tim Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Selasa (7/07/2026).
Hal Senada juga disampaikan Bung Jeki Sihombing dan Widi, selaku Perwakilan Bank Dunia menyampaikan apresiasi atas inisiatif desa dalam mengintegrasikan aspek ekonomi, ekologi, dan sosial.
“Penguatan SEHATI menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi bisa sejalan dengan kelestarian lingkungan. Ini model yang bisa direplikasi di desa-desa lain,” ujarnya dihadapan undangan yang berhadir.
Sementara itu Bastiar Dwiharyatno S.S.T.P, selaku Camat Jatilawang mengatakan, kehadiran program SEHATI menjadi peluang besar bagi desa Karanganyar yang saat ini menghadapi keterbatasan anggaran.
“Program SEHATI – Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan Terintegrasi yang akan dikembangkan di Desa Karanganyar meliputi, Lumbung pangan desa, pertanian organik, budidaya perikanan dan peternakan terpadu. Penguatan Kelembagaan pendampingan, dan penguatan BUMDes serta kelompok tani sebagai motor penggerak ekonomi desa,” terangnya.
Sementara itu, Kirman selaku Kepala Pemerintah Desa (KADES) Karanganyar bersama Lembaga Desa yang ada menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk pengakuan dan dukungan untuk replikasi program SEHATI ke desa kami Karanganyar, ujarnya.
“Kunjungan ini menjadi langkah awal sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Bank Dunia, dan masyarakat desa untuk mempercepat target pengentasan kemiskinan dan pemerataan pembangunan melalui pendekatan berbasis desa,”ucapnya.(nw)
Reporter : Suho
