NEWSWAY.CO.ID, PULANG PISAU – Prestasi membanggakan diraih dua saudari kembar, Laudya Lala Laura dan Listi Lili Laura, yang sukses meraih juara pertama kategori regu putri pada Lomba Lawang Sakepeng di Kabupaten Pulang Pisau. Keduanya merupakan murid Perguruan Palampang Penerus Tinjek yang telah lama membina generasi muda dalam seni budaya Dayak.
Di usia 18 tahun, Laudya dan Listi mengaku bangga bisa ikut menjaga warisan budaya leluhur melalui seni Lawang Sakepeng. Meski awalnya hanya tertarik karena sering menonton pertunjukan, keduanya kini telah tiga kali mengikuti perlombaan dengan hasil yang membanggakan.
“Awalnya kami hanya menonton. Lama-kelamaan belajar di sanggar, tampil, dan ternyata bisa menjadi juara. Tahun 2024 juara satu di Pulang Pisau, tahun 2025 juara tiga di Palangka Raya, dan tahun ini juara satu lagi di Pulang Pisau,” ujar Laudia, Selasa (7/7/2026).
Keduanya yang berasal dari Desa Gohong belajar di Perguruan Palampang Penerus Tinjek yang berada di Desa Mintin. Menurut mereka, sebagai generasi muda sudah menjadi tanggung jawab untuk melestarikan budaya Kalimantan Tengah.
“Jangan malu melanjutkan tradisi. Budaya itu penting dan menjadi identitas kita. Kami juga awalnya tidak tahu banyak tentang Lawang Sakepeng, tetapi perlahan memahami maknanya melalui latihan di sanggar,” ucap mereka berdua.
Sementara itu, Guru Lawang Sakepeng Perguruan Palampang Penerus Tinjek, Ipung I Anjut, mengatakan perguruan yang berdiri sejak 1990 tersebut tetap konsisten membina generasi muda agar mencintai seni budaya Dayak.
Menurutnya, Lawang Sakepeng bukan sekadar pertunjukan, tetapi memiliki filosofi mendalam yang erat kaitannya dengan adat Dayak, khususnya dalam prosesi pernikahan.
“Lawang Sakepeng merupakan identitas budaya Dayak. Dalam prosesi adat pengantin, ada makna memutus setiap rintangan kehidupan secara bertahap agar perjalanan rumah tangga menjadi damai dan penuh keberkahan,” jelasnya.
Ia menambahkan, hingga kini perguruannya masih fokus melatih seni Lawang Sakepeng agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Ipung berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih kepada perguruan-perguruan seni tradisional, baik melalui pembinaan maupun dukungan anggaran, sehingga pelestarian budaya dapat terus berjalan.
“Kami berharap pemerintah dan dinas terkait dapat lebih memperhatikan seni budaya ini. Dengan adanya dukungan, kami semakin bersemangat membina anak-anak muda agar budaya Lawang Sakepeng tetap lestari,”pungkasnya.(nw)
Reporter : Winda
