NEWSWAY.CO.ID, JAWA TENGAH – Pemerintah Kabupaten Banyumas terus menaruh perhatian serius terhadap pemenuhan hak pendidikan bagi generasi muda.
Melalui Rapat Koordinasi Progres Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) Kabupaten Banyumas yang digelar pada Selasa (9/06/2026) di Pendopo Si Panji Purwokerto, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan akan pentingnya memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk kembali mendapatkan haknya atas pendidikan.
Ia juga meminta agar setiap data anak yang telah teridentifikasi segera ditindaklanjuti dan dicarikan solusi konkret bersama.

Bupati Sadewo mengungkapkan hingga akhir Mei 2026, melalui kerja keras lintas sektor di Banyumas, upaya penanganan ATS menunjukkan perkembangan yang positif.
Ia menyatakan proses identifikasi, verifikasi, dan intervensi terhadap data anak tidak sekolah terus berjalan.
“Hingga akhir Mei 2026, lebih dari 72 persen data anak tidak sekolah usia 6 sampai 18 tahun, telah berhasil ditangani. Alhamdulillah dari hasil penanganan tersebut, tercatat sedikitnya 1.254 anak menyatakan bersedia kembali melanjutkan pendidikan. Capaian ini patut kita syukuri, namun demikian, pekerjaan kita belum selesai,” ungkapnya.
Hal tersebut lantaran masih terdapat sejumlah anak yang masih dalam proses pendampingan dan ada ribuan data lainnya yang perlu diverifikasi lebih lanjut agar dapat ditentukan langkah penanganan yang tepat. Belum lagi persoalan yang menjadi faktor penyebab anak tidak sekolah, yang pada umumnya bersifat kompleks dan saling berkaitan.
Ia menambahkan di era yang penuh perubahan seperti saat ini, tantangan tersebut semakin beragam. Oleh karena itu, penanganan anak tidak sekolah tidak cukup hanya dilakukan melalui pendekatan administratif dan pendataan semata.
“Yang kita perlukan adalah pendekatan yang lebih komprehensif, menyentuh akar permasalahan, serta melibatkan seluruh pihak yang memiliki kedekatan dengan anak dan keluarganya,” tegasnya.
Untuk itu Bupati Sadewo meminta pada seluruh pihak yang terlibat untuk terus memperkuat validitas data sebagai fondasi utama pengambilan kebijakan,ia juga mendorong jajaran pemerintah desa dan kelurahan sebagai garda terdepan untuk lebih aktif dalam mendukung program tersebut.
Melalui forum tersebut ia juga meminta pada seluruh peserta untuk dapat memanfaatkannya dengan baik agar dapat merumuskan langkah yang lebih terukur dalam mempercepat penanganan ATS di Banyumas.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Widodo Sugiri dalam laporannya menjelaskan bahwa pihaknya dalam memetakkan kondisi di lapangan secara terintegrasi, telah mengembangkan aplikasi SIPATAS sebagai instrumen perekaman, verifikasi, dan intervensi data ATS secara detail.
Ia mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk menggalang komitmen dan sinergi lintas sektoral dalam mengakselerasi penanganan sisa ATS di masing-masing wilayah menuju target validasi 100%.
“Kami menyadari bahwa hasil intervensi SIPATAS ini masih sangat dinamis dan survei lapangan terus bergulir demi menghasilkan basis data tunggal yang valid untuk dasar kebijakan daerah. Sinergi kuat dari seluruh lintas sektoral, khususnya para camat, sangat kami harapkan untuk mengawal gerakan ini di wilayah masing-masing,” pungkasnya.(nw)
Reporter : Suho
