Menjadi Harapan Banyak Masyarakat, Sekolah Rakyat Banyumas Resmi Beroperasi

30 Juli 2026
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat (Foto : Istimewa/Sumber informasi Humas Pemkab Banyumas/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, JAWA TENGAH – Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Banyumas, Rabu (29/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Sadewo menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan upaya pemerintah memperluas akses pendidikan sekaligus memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan yang berkualitas.

Sadewo mengatakan, kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 tidak hanya menambah layanan pendidikan di Kabupaten Banyumas, tetapi juga menjadi wujud komitmen pemerintah agar setiap anak memperoleh hak yang sama untuk mengenyam pendidikan.

“Kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 ini bukan sekadar menambah pilihan layanan pendidikan di Kabupaten Banyumas, tetapi juga membuka harapan baru bagi anak-anak kita untuk meraih masa depan yang lebih baik,” kata Sadewo saat membuka kegiatan MPLS.

Dihadapan para peserta didik baru, Sadewo memberi motivasi agar para siswa menjalani Pendidikan dengan penuh kesungguhan. Karena menurutnya, sekolah rakyat bukan sekadar memberikan tempat untuk belajar, tetapi memberikan kesempatan untuk mengubah masa depan, dan kesempatan tersebut hanya akan menjadi kenyataan apabila dijalani dengan kerja keras, kedisiplinan, dan semangat untuk terus belajar.

‘’Saya yakin, apabila kalian menjalani pendidikan di sekolah ini dengan penuh kesungguhan, insya allah kalian akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, berdaya saing, mampu membahagiakan orang tua, serta memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,’’ungkapnya.

Ia juga berpesan kepada para guru, tenaga kependidikan, pengasuh asrama, dan seluruh pihak yang terlibat, untuk mendampingi dan membimbing anak-anak dengan penuh kasih sayang, kesabaran, dan keteladanan.

‘’Mari kita ciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang unggul,’’pungkasnya.

Ditemui disela-sela kegiatan MPLS, salah satu siswa baru kelas 8 SMP, Ade Kirana asal Desa Wlahar, Kecamatan Wangon mengaku bersyukur dan senang dapat diterima di Sekolah Rakyat. Baginya, kesempatan tersebut menjadi harapan baru untuk meraih masa depan yang lebih baik.

‘’Senang, kagum juga karena gedungnya,’’ungkapnya.

Meski tidak diantar kedua orang tuanya karena sedang bekerja di luar kota, Ade tetap bersemangat mengikuti kegiatan MPLS dan menjalani kehidupan di asrama. Namun, ia mengaku memiliki sedikit kekhawatiran untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.

“Aku sih enggak deg-degan, tapi takut dibully di asrama. Dulu waktu kelas lima pernah dibully, jadi takut kalau di sini mengalami hal yang sama lagi,” ungkapnya

Harapan besar juga disampaikan Wartiah, salah seorang wali siswa yang mengantar cucunya mengikuti MPLS di hari pertama, Ia mengaku hadirnya sekolah rakyat menjadi harapan baru bagi dirinya dan cucunya. Yang selama lebih dari 3 tahun telah putus sekolah.

‘’Cucu saya putus sekolah sejak kelas 3 SD,’’tuturnya.

Wartiah menuturkan, cucunya selama ini memiliki sifat pendiam dan kurang percaya diri untuk bergaul. Berkat pendampingan dan motivasi yang diberikan, sang cucu akhirnya bersedia kembali bersekolah melalui Sekolah Rakyat.

“Alhamdulillah sekarang mau sekolah lagi. Waktu diberi motivasi, dia bilang, ‘Iya, aku mau berubah, mau jadi anak yang lebih baik’,” tutur Wartiah menirukan ucapan cucunya.(nw)

Reporter : Suho

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog