Bupati Pulang Pisau Ajak Benang Bintik Jadi Ikon Fashion dan Ekonomi Kreatif Daerah

8 Juli 2026
Sejumlah model memperagakan busana berbahan batik Benang Bintik khas Pulang Pisau pada ajang Peragaan Busana "Sinta Benang Bintik Pulang Pisau 2026". ( Foto : Winda/newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID,PULANG PISAU – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau terus mendorong pelestarian budaya lokal melalui pendekatan kreatif. Salah satunya dengan menggelar Peragaan Busana “Sinta Benang Bintik Pulang Pisau 2026” dalam rangkaian Handep Hapakat Fair 2026 di halaman Stadion HM Sanusi, Selasa (7/7/2026) malam.

Kegiatan yang dibuka langsung Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa’i didampingi Wakil Bupati Ahmad Jayadikarta itu menampilkan puluhan peserta dari organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengenakan busana berbahan batik Benang Bintik dengan sentuhan desain modern.

Dalam sambutannya, Ahmad Rifa’i menyampaikan apresiasi kepada Dekranasda Kabupaten Pulang Pisau, TP PKK, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Menurutnya, peragaan busana menjadi media efektif untuk memperkenalkan Benang Bintik sebagai warisan budaya sekaligus produk unggulan daerah.

“Melalui kegiatan ini kita ingin menunjukkan bahwa Benang Bintik bukan hanya memiliki nilai budaya yang tinggi, tetapi juga berpotensi berkembang sebagai bagian dari industri kreatif dan dunia fashion,” ujar Rifa’i.

Ia menjelaskan, tema “Sinta Benang Bintik Pulang Pisau 2026” mencerminkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap warisan budaya lokal. Benang Bintik, lanjutnya, bukan sekadar kain, tetapi karya seni yang mengandung filosofi serta menjadi identitas masyarakat Dayak, khususnya di Kabupaten Pulang Pisau.

Bupati berharap penyelenggaraan peragaan busana pada tahun mendatang dapat melibatkan lebih banyak peserta, tidak hanya dari perangkat daerah, tetapi juga masyarakat umum, desainer, dan pelaku industri fashion.

Sementara itu, Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Pulang Pisau Hasanah Rifa’i mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen dalam melestarikan budaya Kalimantan Tengah melalui inovasi desain busana.

Ia menyebutkan, Dekranasda bersama TP PKK, GOW, dan DWP berkolaborasi menghadirkan peragaan busana yang mengangkat motif-motif khas Pulang Pisau, seperti Dandang Mandau, Pusaran Air, Liuk Anggang, Lembang, dan Lilis Rem.

“Kami ingin memperkenalkan Benang Bintik kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus memperkuat identitas budaya daerah di tengah perkembangan zaman,” katanya.

Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak 29 peserta mengikuti peragaan busana dari total 50 undangan yang disebarkan panitia. Seluruh peserta diwajibkan mengenakan busana kerja berbahan Benang Bintik yang dimodifikasi secara modern tanpa meninggalkan unsur kesopanan.

Panitia juga memberikan penghargaan kepada para pemenang dalam kategori Juara I, II, III, Harapan I, II, III, serta kategori Favorit, Terheboh, dan Terunik. Selain menerima piagam penghargaan, para pemenang juga memperoleh uang pembinaan, sedangkan seluruh peserta mendapatkan piagam partisipasi.

Hasanah berharap kegiatan tersebut mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif daerah. Menurutnya, Dekranasda akan terus membina para pengrajin agar menghasilkan produk Benang Bintik yang inovatif, berkualitas, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk melalui pemasaran digital.(nw)

Reporter : Winda

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog