Masjid Syekh Arsyad Al Banjari di Kompleks Perkantoran Pemprov Kalsel Resmi Dibuka, Gubernur Ingin Jadikan Islamic Center

by
14 Agustus 2026
Salat Jumat perdana di Masjid Syekh Arsyad Al Banjari di Kompleks Perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru, Jumat (14/8/2026). (foto: adpim)

NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU — Masjid Syekh Arsyad Al Banjari di Kompleks Perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru, mulai difungsikan dengan pelaksanaan salat Jumat perdana, Jumat (14/8/2026). Peresmian ini bertepatan dengan puncak Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel.

Salat Jumat perdana ini menjadi bagian dari inisiatif Gubernur Kalsel H. Muhidin untuk mulai menghidupkan Masjid Syekh Arsyad Al Banjari. Ke depan, masjid tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Peresmian sekaligus pemakaian pertama Masjid Syekh Arsyad ini juga diikuti Kapolda Kalsel, Irjen. Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan bersama Wakapolda Kalsel, Brigjen Pol Noviar, Kabinda Kalsel, Kombes Pol. Sentot Adi Dharmawan serta jajaran Forkopimda Kalsel, Sekretaris Daerah Kalsel H. M. Syarifuddin, para kepala SKPD, Tenaga Ahli Gubernur, jajaran Pemprov Kalsel, serta masyarakat.

Bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan salat Jumat perdana ini yakni H. Ahmad Sawiti bin Masykur , sedangkan KH. Ahmad Tarhib bin KH. Abdussyukur menjadi khatib. Salat Jumat berlangsung khidmat dan diikuti jamaah dari berbagai unsur.

Gubernur Kalsel, H. Muhidin berharap pelaksanaan salat Jumat di Masjid Syekh Arsyad Al Banjari dapat terus berlangsung secara rutin dan semakin ramai.

“Mudah-mudahan salat Jumat di sini bisa selalu diramaikan,” ujar Muhidin.

Gubernur H. Muhidin juga menginginkan masjid tersebut dimanfaatkan untuk salat lima waktu, khususnya bagi ASN yang beraktivitas di kawasan perkantoran Banjarbaru.

Tak hanya itu, Gubernur H. Muhidin menggagas agar kawasan Masjid Syekh Arsyad Al Banjari ke depan dikembangkan sebagai Islamic Center, sehingga fungsinya tidak sebatas tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang berbagai kegiatan keagamaan.

“Kita rencanakan, kita cari formatnya untuk menjadi Islamic Center. Jadi bisa digunakan nanti kegiatan-kegiatan keagamaan,” jelasnya.

Menurut Gubernur H. Muhidin, sejumlah fasilitas di sekitar masjid, seperti plaza dan gazebo, dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan. Konsep pengelolaannya akan disiapkan agar kawasan masjid benar-benar hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Nanti kita konsep dan susun formatnya terlebih dahulu,” ujarnya.

Masjid Syekh Arsyad Al Banjari diharapkan tidak cuma menjadi bangunan baru di lingkungan perkantoran Pemprov Kalsel, tetapi tumbuh sebagai masjid yang hidup, ramai oleh ibadah, dan menjadi bagian dari aktivitas keagamaan masyarakat Banua. (nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog