NEWSWAY.CO.ID,BANJARBARU — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru memetakan setidaknya 27 titik kekeringan yang melanda pemukiman warga akibat dampak musim kemarau.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Banjarbaru, Zaini, menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), melainkan juga memprioritaskan penanganan krisis air bersih bagi masyarakat terdampak.
“Terkait dampak kekeringan, kita tidak hanya menangani pemadaman karhutla, tetapi ada risiko kekeringan terhadap masyarakat. Saat ini tercatat ada 27 titik kekeringan yang disampaikan warga dan sudah kita tangani bersama,” ujar Zaini,Sabtu (5/09/2026).
Zaini mengungkapkan, BPBD Banjarbaru telah melakukan pemetaan wilayah rawan serta berkoordinasi dengan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemko Banjarbaru untuk mengoptimalkan pendistribusian air bersih.
Sebagai langkah penanganan, bantuan tandon air dan suplai air bersih disalurkan secara bertahap, khususnya di daerah pemukiman yang mendesak seperti Kecamatan Cempaka.
“Kami juga berupaya menyiapkan tandon-tandon air untuk membantu distribusi warga bekerja sama dengan PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar, salah satunya di Kecamatan Cempaka. Layanan dan pendistribusian air bersih ini 100 persen gratis untuk seluruh masyarakat,” tegasnya.
Selain penyaluran langsung, BPBD Banjarbaru juga dengan membuka kran-kran hidran untuk mempermudah akses pengisian armada tangki air bersih.
“Warga yang membutuhkan pasokan air bersih diimbau untuk segera melapor melalui RT/RW atau pihak kelurahan setempat,” pungkasnya.(nw)
