Wamenko Bidang Pangan Pimpin Pembukaan Jalur Air Ring Satu Bandara, Hingga Cek Intake di Jalan Gubernur Syarkawi

7 September 2026
Wamenko Bidang Pangan Dr Hanif Faisol Nurofiq, S. Hut (baju merah) hadir langsung saat alat berat menyumbat dan membuka jalur air dikawasan jalan bandara pada sabtu malam. (Foto : newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, BANJARBARU – Pemadaman kebakaran Hutan dan lahan (Karhutla)di ring satu Bandara Syamsudin Noor masih belum bisas teratasi secara maksimal, Melihat Kondisi tersebut pada Sabtu Malam, (5/09/2026) Wamenko Bidang Pangan Dr Hanif Faisol Nurofiq, S. Hut bersama Kepala Dinas ESDM dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Prov Kalsel meninjau kanal-kanal di kawasan jalan bandara.

Wamenko mengarahkan alat berat yang diturunkan oleh Dinas PU untuk menyumbat kanal agar air bisa ditampung untuk digunakan pembasahan kawasan tersebut, bahkan dengan upaya itu, Hanif mengatakan untuk wilayah Guntung Damar seluas 120 hektare, progres pengendalian api sudah mencapai 70-80 persen. 

“Kami dengan Kepala Dinas SDM Provinsi Kalimantan Selatan, Kadis PU Provinsi Kalimantan Selatan memastikan bahwa kita akan segera ekspansi perendaman gambut untuk daerah Guntung Damar seluas seratus dua puluh ini mungkin hampir tujuh puluh delapan puluh persen sudah bisa kita kendalikan,” ujarnya. 

Hanif menjelaskan mulai Minggu (6/09/2026) tim akan mengoperasikan empat  jalur utama perendaman. Jalur pertama menembus dari embung lurus hingga ke Jalan Kembar. Dua jalur lainnya berada di tengah, dan satu jalur lagi di dekat lokasi kebakaran. 

“Kami proyeksikan mulai besok  (Minggu_red) tim akan fokus untuk mengoperasionalkan empat jalur utama jadi mulai jalur sana yang tadi tembus embung tadi lurus sampai ke Jalan Kembar kemudian di tengahnya ada dua tadi yang kita lihat kemudian yang terakhir di dekat ini,” jelasnya. 

Ia menargetkan air cukup dapat membasahi gambut yang terbakar di sepanjang Jalan Kembar dengan jarak sekitar 1 kilometer lebih. 

“Harapan kita ketersediaan air cukup untuk membasahi gambut yang terbakar di sepanjang Jalan Kembar. Karena jaraknya sekitar satu kiloan, itu yang menjadi target kita pada minggu ini,” katanya. 

Hanif juga menyampaikan untuk mendukung operasional, Kementerian Pertahanan menambah dukungan 20 unit alat alkon dan akan ditempatkan di saluran-saluran untuk menyalurkan air dari embung ke kanal-kanal yang sudah dibuka dan di sumbatmenuju titik api.

Hjanif juga mengatakan kendala utama adalah perbedaan ketinggian dari titik embung pertama ke sumber air terdapat selisih 2 meter.

Tim akan menggiring air naik hingga total ketinggian 4 meter agar bisa mencapai sumber api di lokasi lebih tinggi. 

“Kita akan menggiring air semakin naik ini beda tingginya mencapai dua meter dari titik embung pertama kemudian embung pertama dengan yang sumber air selisihnya dua meter jadi kita menaikkan air hampir empat meter tingginya untuk menuju ke atas di mana sumber api mulai menyala,” ujarnya. 

Ia juga menyebut sejak tim bergerak sejak hari pertama proses perendaman ini terus berjalan, sekitar 10-11 hari ke depan dan baru bisa mulai merendam secara penuh.

“Langkah-langkah sistematis terus dilakukan di semua lini dari semua seksi tadi kita lihat hampir setiap hari ada seri-seri meeting yang selalu dilaksanakan untuk mengevaluasi dan memaksimalkan upaya,” pungkasnya.(nw)

Latest from Blog