NEWSWAY.CO.ID, JAWA TENGAH – Menghadapi masa sulit karena harga Kambing anjlok, sementara biaya pakan terus mengalami kenaikan akhirnya membuat peternakan Kambing “Sida Maju Farm” mengubah Kohe (kotoran kambing) dijual untuk menutup biaya operasional.
Kondisi ini membuat banyak peternak kambing dan domba tertekan karena harga jual tidak sebanding dengan biaya perawatan yang semakin mahal, bahkan, sebagian harus menjual ternak dengan keuntungan sangat tipis atau bahkan merugi.
Pemilik usaha Ternak Kambing Sida Maju Farm , Bambang Edi Sunarto mengatakan penurunan harga dipicu oleh lemahnya permintaan pasar, sementara pasokan kambing justru melimpah ditambah dengan adanya isu daging kambing import yg beredar di pasaran.

“Kenaikan harga pakan memperparah beban produksi para peternak. Situasi ini membuat banyak peternak memilih menahan penjualan sambil berharap harga kembali stabil, daripada menjual dalam kondisi merugi,”ujarnya, Minggu (3/05/2026)
Menurut Bambang, jika kondisi tersebut terus berlanjut, dikhawatirkan akan berdampak pada keberlangsungan usaha peternak kecil di daerah.
“Akhirnya para peternak di Banyumas mensiasati kondisi tersebut dengan cara mengolah limbah kohe atau kotoran kambing menjadi kompos organik yang bisa dijual untuk mengurangi beban operasional,” tegasnya.
Saat newsway.co.id ke lokasi peternakan Sida Maju Farm sedang para peternak melakukan pengolahan pupuk kompos sembari mempersiapkan kambing yang siap dijual menjelang Idul adha 1447 Hijriah.
Persiapan hewan ternah untuk Idul Qurban sendiri dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas jual beli menjelang momen berkurban.
“Saat ini memang sedang sibuk melakukan pembenahan yang difokuskan pada penyediaan fasilitas guna memberikan kenyamanan bagi pembeli saat menjelang Idul Adha. Upaya itu diharapkan mampu mendukung kelancaran transaksi penjualan saat jumlah pesanan semakin meningkat. Selain penataan, pihak kami juga menyiapkan perluasan kandang kambing dan rumah produksi pakan,” tuntas Bambang.(nw)
Reporter : Suho
