NEWSWAY.CO.ID, KUALA KAPUAS – Serikat Buruh F-Hukatan KSBSI Koordinator Wilayah Kalimantan Tengah menyampaikan sikap tegas dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) (1/5/ 2026).
Ketua Korwil F-Hukatan KSBSI Kalteng, M. Junaedi L. Gaol, menegaskan praktik kriminalisasi terhadap pekerja harus dihentikan. Menurutnya, banyak persoalan ketenagakerjaan yang seharusnya diselesaikan secara administratif justru dibawa ke ranah pidana.
“Kami menyoroti maraknya kriminalisasi terhadap pekerja/buruh. Persoalan internal perusahaan yang seharusnya bisa diselesaikan secara administratif atau kekeluargaan justru dibawa ke ranah pidana,” tegas Junaedi

Ia mendesak aparat penegak hukum mengedepankan pendekatan keadilan restoratif serta mempertimbangkan nilai kerugian secara proporsional dalam menangani perkara yang melibatkan pekerja.
Selain itu, KSBSI juga menuntut Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) memberikan kepastian dan solusi konkret bagi buruh terdampak.
“Sejak 2025, Satgas PKH telah mengambil alih sekitar 3,4 juta hektare kawasan hutan, termasuk lahan produktif yang menjadi sumber mata pencaharian pekerja. Namun hingga kini belum ada kejelasan peruntukan lahan tersebut,” ujarnya.
Akibat kondisi tersebut, banyak pekerja kehilangan pekerjaan dan menghadapi ketidakpastian hidup. KSBSI meminta pemerintah menjamin perlindungan serta keberlanjutan pekerjaan bagi buruh terdampak dan menghadirkan kebijakan transisi yang jelas.
KSBSI juga menyoroti dampak konflik global terhadap kondisi buruh, mulai dari kenaikan harga energi, meningkatnya biaya operasional industri, hingga ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Pekerja adalah kelompok paling rentan terdampak. Pemerintah harus mengambil kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat, khususnya buruh,” tegasnya.
Dalam momentum May Day ini, KSBSI menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan keadilan, perlindungan, dan kesejahteraan pekerja, khususnya di Kalimantan Tengah.
Sebagai bagian dari peringatan, Serikat Buruh F-Hukatan KSBSI juga menggelar aksi sosial dengan membagikan bingkisan kepada para buruh. “Hidup buruh! Solidaritas tanpa batas!” pungkas Junaedi.(nw)
Reporter : Winda
