Karantina Kalsel Sertifikasi 1,7 Juta Kepiting Bakau untuk Ekspor

by
29 Agustus 2024
Hingga pertengahan tahun ini ekspor kepiting bakau telah dilakukan sebanyak 167 kali dengan total nilai sekitar 40 miliar rupiah (Foto: Humas Badan Karantina Banjarmasin)

NEWSWAY.ID, BANJARMASIN – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Selatan (Karantina Kalsel) telah melakukan sertifikasi kesehatan terhadap 1,7 juta ekor kepiting bakau yang diekspor selama semester pertama tahun 2024.

Hingga pertengahan tahun ini, ekspor kepiting bakau telah dilakukan sebanyak 167 kali dengan total nilai mencapai sekitar 40 miliar rupiah.

“Hari ini, kami kembali mensertifikasi kepiting bakau hidup, sebanyak 4.184 ekor yang akan diekspor ke Tiongkok melalui Satuan Pelayanan Bandara Syamsudin Noor. Sebagian besar pengiriman memang ditujukan ke Tiongkok, selain itu juga ke Malaysia dan Singapura,” ungkap Kepala Karantina Kalsel, Sudirman, pada Selasa (27/8/2024).

Sudirman menjelaskan bahwa setiap pengiriman komoditas perikanan, termasuk kepiting bakau, wajib dilaporkan dan memenuhi persyaratan karantina.

kepiting yang akan diekspor harus memenuhi persyaratan dari segi ukuran karapas dan beratnya (Foto: Humas Badan Karantina Banjarmasin)

Salah satu syarat utama adalah memastikan bahwa kepiting bakau bebas dari white spot syndrome virus (WSSV).

Selain itu, kepiting yang akan diekspor harus memenuhi persyaratan dari segi ukuran karapas dan beratnya.

Jenis dan jumlah kepiting yang diekspor juga harus sesuai dengan dokumen yang ada.

Menurut Sudirman, dengan menjamin kualitas dan kesehatan komoditas tersebut, Karantina Kalsel tidak hanya memenuhi persyaratan internasional, tetapi juga menjaga kepercayaan negara tujuan.

Hal ini meningkatkan daya saing produk dan menjamin keberlangsungan ekspor di masa yang akan datang.

“Tentunya ini juga sesuai dengan arahan Kepala Badan Karantina Indonesia, Bapak Sahat M. Panggabean, bahwa kita harus bersinergi dengan semua pihak, seperti Bea Cukai, Bandara, Kargo/Ekspedisi, dan Pemerintah Daerah, untuk bersama-sama mendorong ekonomi kerakyatan ini,” pungkas Sudirman.

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)