Pemprov Kalsel Bersinergi dengan Kementerian PANRB untuk Wujudkan Pelayanan Prima Melalui PEKPPP Nasional

3 September 2024
Dengan upaya ini, Pemprov Kalsel berharap dapat mewujudkan pelayanan prima yang menjangkau semua lapisan masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di provinsi ini dibanding tahun-tahun sebelumnya (foto.istimewa/newsway.id)

NEWSWAY.ID, BANJARMASIN – Pemprov Kalimantan Selatan (Kalsel) semakin serius dalam upayanya meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan berkolaborasi bersama Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Pada 2 dan 3 September 2024, tim evaluator dari Kementerian PANRB melakukan kunjungan lapangan ke Dinas Sosial, RSUD H. Moch Ansari Saleh, dan SAMSAT Banjarmasin 2 untuk meninjau langsung pelaksanaan pelayanan publik di unit-unit tersebut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) yang dipimpin oleh Asisten Deputi Perumusan Sistem dan Strategi Kebijakan Pelayanan Publik, Muhammad Yusuf Kurniawan.

PEKPPP adalah inisiatif rutin yang dijalankan oleh Kementerian PANRB sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

Tujuannya adalah untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Negara harus hadir di tengah-tengah masyarakat. Penyelenggara pelayanan publik tidak hanya sekadar mengejar kepuasan, tetapi juga harus memberikan kebahagiaan kepada penggunanya. PEKPPP hadir untuk membantu kita meningkatkan kualitas layanan, bukan hanya mengejar nilai, tetapi memastikan masyarakat terlayani dengan baik,” ujar Yusuf Kurniawan.

Kepala Biro Organisasi Kalsel, Dr. Ir. Hj. Galuh Tantri Narindra, ST, MT, yang turut mendampingi kegiatan tersebut, menegaskan komitmen Pemprov Kalsel dalam mendukung PEKPPP.

“Dengan adanya kegiatan ini, kami menjadi lebih tahu apa yang perlu diperbaiki. Unit-unit yang dievaluasi juga sangat antusias untuk menindaklanjuti rekomendasi yang diberikan karena dampaknya akan terasa langsung pada pelayanan kepada masyarakat,” jelas Tantri.

Tantri juga menyampaikan rencana untuk menggiatkan PEKPPP Mandiri agar lebih banyak unit pelayanan publik di Kalsel yang memahami dan menerapkan kebijakan pelayanan publik yang lebih baik.

Selama evaluasi, terlihat bahwa Dinas Sosial, RSUD H. Moch Ansari Saleh, dan SAMSAT Banjarmasin 2 telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam pelayanan publik.

Standar Pelayanan sudah dimiliki oleh ketiga unit tersebut sebagai pedoman, dan masyarakat juga dilibatkan melalui Survei Kepuasan Masyarakat serta Forum Konsultasi Publik.

Selain itu, perbaikan sarana dan prasarana serta pengembangan inovasi dalam pelayanan juga terus dilakukan.

Ke depan, diharapkan ketiga unit yang dievaluasi ini dapat menjadi contoh bagi unit pelayanan publik lainnya di Provinsi Kalsel.

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)