Magisnya Barong dan Kris Dance di Barong Seraya Budaya Gianyar: Saat Kebaikan dan Kejahatan Menari dalam Harmoni

31 Oktober 2025
Pertunjukan Barong dan Kris Dance di Barong Seraya Budaya Bali (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)

Terdapat tempat pentas seni di Desa Singapadu, Kabupaten Gianyar. Udara sejuk khas pedesaan Bali berpadu dengan aroma dupa yang lembut menguar dari halaman Barong Seraya Budaya, sebuah arena pertunjukan yang sejak lama dikenal sebagai tempat berlangsungnya tarian sakral nan legendaris, Barong dan Kris Dance.

Sekitar pukul 09.30 WITA, puluhan wisatawan mulai memenuhi bangku penonton. Suara gamelan yang ritmis menyambut, disusul kemunculan sosok Barong Keket, makhluk mitologis berkepala singa dengan bulu tebal dan lebat. Barong menari lincah bersama seekor kera, menandai dimulainya sebuah kisah abadi tentang pertarungan antara kebaikan dan kejahatan.

Bukan sekadar tarian, Barong dan Kris Dance adalah perjalanan spiritual yang merefleksikan filosofi keseimbangan dalam kehidupan. Dalam setiap gerakan penarinya, tersirat pesan bahwa kebaikan dan keburukan bukan untuk saling meniadakan, melainkan untuk menjaga harmoni semesta dua kekuatan yang harus berjalan berdampingan agar dunia tetap seimbang.

Pertunjukan di Barong Seraya Budaya dibagi dalam beberapa babak. Babak pembuka memperlihatkan kehidupan Barong di hutan yang tenteram, lalu terganggu oleh manusia yang membawa kekacauan.

~ Advertisements ~

Ketegangan meningkat ketika muncul para pengikut Rangda, sang simbol kejahatan, yang berusaha menebar pengaruh jahat kepada pengikut Dewi Kunti. Dari situ kisah bergulir menuju pengorbanan Sahadewa, anak Dewi Kunti, yang akhirnya diberi keabadian oleh Dewa Siwa dan menaklukkan Rangda dalam wujud suci.

Pada babak puncak, penonton dibawa pada pertarungan epik antara Barong dan Rangda. Gamelan berdentum cepat, para penari bergerak liar namun teratur. Tak ada pemenang, karena sebagaimana filosofi Hindu Bali, kebaikan dan kejahatan tak akan pernah benar-benar saling mengalahkan mereka hanya menyeimbangkan dunia.

Suasana tegang memuncak ketika para pengikut Barong mulai melakukan atraksi tusuk keris ke tubuh mereka sendiri tanpa terluka sedikit pun. Aksi ini melambangkan kekuatan spiritual dan perlindungan dari energi suci Barong. Tepuk tangan dan decak kagum langsung menggema, menyatu dengan hentakan gamelan yang semakin cepat.

Tak hanya Barong dan Kris Dance, panggung Barong Seraya Budaya juga kerap menampilkan tarian lain yang tak kalah magis, seperti Tari Kecak yang menggambarkan kisah Ramayana tanpa gamelan, hanya diiringi koor ratusan suara pria yang meneriakkan “cak-cak-cak” dalam harmoni luar biasa.

Ada pula Sanghyang Dedari, tarian sakral dua gadis kecil yang dipercaya dirasuki roh suci, serta Sanghyang Jaran, di mana penari laki-laki menari di atas bara api sambil menunggang kuda tiruan.

Suasana di dalam gedung pertunjukan terasa hidup. Tawa, kagum dan rasa takjub bercampur jadi satu. Para penari sesekali berinteraksi dengan penonton, menambahkan unsur komedi ringan yang membuat suasana semakin cair tanpa menghilangkan kesakralan kisah.

Ernawati, wisatawan asal Kalimantan Timur mengaku sangat terkesan atas pertunjukan yang dipentaskan di Barong Seraya Budaya Bali.

“Pertunjukannya seru dan penuh makna. Ada bagian yang menegangkan, tapi juga lucu karena penarinya bisa berinteraksi dengan penonton. Rasanya benar-benar hidup dan menghibur,” ucapnya usai menonton pentas.

Dengan harga tiket sekitar Rp150.000 untuk dewasa dan Rp75.000 untuk anak-anak, pertunjukan di Barong Seraya Budaya, Singapadu, Gianyar menjadi salah satu atraksi budaya yang paling dicari wisatawan. Tak hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai pengalaman spiritual yang mengajak penikmatnya merenungkan keseimbangan hidup manusia.

Lebih dari sekadar pertunjukan seni, Barong dan Kris Dance adalah warisan budaya yang terus hidup dan berdenyut. Di setiap denting gamelan dan gerak tari para penari, tersimpan pesan abadi bahwa hidup adalah tarian antara cahaya dan kegelapan, antara kebaikan dan kejahatan yang selamanya akan menari dalam keseimbangan.(nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog