NEWSWAY.CO.ID, JAWA TENGAH – Banyumas Ngibing 24 Jam Menari 2026 kembali akan digelar pada 2–3 Mei di kawasan Kota Lama Banyumas dalam rangka memperingati Hari Tasi sedunia tahun 2026.
Tidak hanya penari lokal maupun nasional, tetapi event budaya ini akan menghadirkan penari dari Amerika yang turut ambil bagian dalam pertunjukan non-stop selama 24 jam.
Penggagas Banyumas Ngibing 24 Jam Menari 2026, Rianto, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan kali kedua digelar. Ia menyebut tingginya antusiasme peserta dan pengisi acara menjadi alasan utama event ini kembali diadakan.

“Diadakan lagi karena antusiasme dari pengisi acara sangat luar biasa. Antusiasme semakin banyak, saya putuskan Banyumas Ngibing jalan lagi,” jelasnya saat di konfirmasi di Studionya “Joglo Gayatri” Desa Kaliori Kecamatan Kakibagor Kabupaten Banyumas, Jumat (24/04/2026).
Rianto yang juga sebagai Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Banyumas mengungkapkan, akan ada tiga penari utama yang tampil selama 24 jam penuh tanpa henti.
“Tiga penari itu berbeda daerah, mereka berasal dari Jakarta, Madura, dan Amerika, yang akan menari sejak pukul 18.00 wib hingga 06.00 wib keesokan harinya,” bebernya.
Pertunjukan tari lengger oleh Rianto dan kawan-kawan saat event Bisik Serayu juga akan menjadi bagian dari pertunjukan event tersebut.
Pentas akan berlangsung di tiga titik utama, yakni Pendopo Adipati Mrapat, Taman Sari, dan Perempatan Mruyung. Selama pertunjukan, para penari tetap bergerak meski dalam aktivitas sehari-hari seperti makan, minum.
“Pada saat menarti selama 24 jam para penari tetap bisa beraktivitas lainya namun tetap bergerak. Semisal ke toilet sambil menari, makan sambil menari, minum sambil menari akan bergerak tanpa berhenti, akan didampingi oleh asisten dan ada tim medis yang akan mengecek kondisi setiap dua jam sekali,” paparnya.
Selain tari, gelaran tahun ini juga menghadirkan sejumlah pertunjukan tambahan yang berbeda dari sebelumnya, di antaranya mural 24 jam, musik pop, pagelaran busana, senam kesehatan, hingga pentas ebeg dan lengger massal.
Rianto menambahkan, Ikatan Pelukis Banyumas juga akan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Mereka akan melukis secara bergantian di atas kain sepanjang 100 meter selama acara berlangsung.
“Ikatan Pelukis Banyumas yang sudah mendaftar secara bergantian melukis di atas kain sepanjang 100 meter,” paparnya.
Pemilihan Kota Lama Banyumas sebagai lokasi kegiatan menurut Rianto memiliki tujuan strategis, ia ingin menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat aktivitas budaya Banyumasan.
“Sengaja kami pilih lokasi itu agar kedepan bisa menjadi pusat budaya, “ tutupnya.(nw)
Reporter : Suho
