‘Magic From The Sea’, Upacara Adat Selamatan Leut Bajau Sammah Kembali Digelar

23 Agustus 2024
Ritual upacara adat yang dilaksanakan diatas permukaan laut oleh tetua adat (foto.agustira/newsway.id)

NEWSWAY.ID, KOTABARU – Pemerintah Kabupaten Kotabaru, melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, kembali menggelar perhelatan budaya bahari yang eksotis, yaitu Upacara Adat Selamatan Leut Bajau Sammah, dengan tema “Magic From The Sea.”

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Budaya Saijaan 2024 dan berlangsung di Objek Wisata Rampa Berkah pada Kamis, 22 Agustus 2024.

Pesta adat ini merupakan tradisi yang dijalankan oleh para nelayan Suku Bajau Sammah sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar diberikan kesehatan, keselamatan, serta hasil tangkapan yang melimpah.

Acara ini juga menjadi wujud rasa syukur para nelayan atas perlindungan dan berkah yang telah diberikan selama ini.

Dalam sambutan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kotabaru, Sony Tua Holomoan, mewakili Bupati Kotabaru, acara Selamatan Leut ini diadakan untuk melestarikan budaya dan adat istiadat yang telah diwariskan turun-temurun.

“Saya mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam melestarikan adat budaya dan kearifan lokal yang ada. Ini bukan hanya tentang mempertahankan jati diri dan kepribadian, tetapi juga tentang menjadikan budaya kita sebagai daya tarik wisata yang mendukung kemajuan daerah,” ujar Sony.

Dia juga menekankan bahwa kegiatan seperti ini harus menjadi aktualisasi diri yang mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Kabupaten Kotabaru.

“Semoga Kabupaten Kotabaru semakin dikenal, tidak hanya di tingkat provinsi tetapi juga secara nasional,” tambahnya.

antusiasme masyarakat saat mengikuti prosesi upacara adat Leut Bajau Sammah (foto.agustira/newsway.id)

Rudi Nugraha, Kepala Bidang Event, Pertunjukan, dan Ekonomi Kreatif Disparpora Kotabaru, menjelaskan sejarah Festival Budaya Saijaan (FBS) yang setiap tahun selalu mengusung tema yang berbeda-beda untuk menjaga kekhasan dan kreativitasnya.

“Alhamdulillah, dengan dimasukkannya Selamatan Leut ke dalam rangkaian FBS, kami bisa mengangkat budaya Bajau yang unik ini ke permukaan, sambil melestarikan adat istiadat seperti Selamatan Leut, musik Alahai, senandung lagu Melayu, Tari Tombak Bajau, dan Atraksi Titi Tali,” jelasnya.

Dengan berbagai kegiatan yang menarik dan sarat makna, Upacara Adat Selamatan Leut Bajau Sammah ini tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga menjadi momen penting untuk memperkuat identitas dan potensi pariwisata Kabupaten Kotabaru.

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)