Penyaluran Pupuk Bersubsidi Dioptimalkan, Gandeng Akademisi dalam Pelatihan Digital Marketing

by
24 November 2025
PT Pupuk Indonesia (Persero) dan mahasiswa berfoto bersama usai pelatihan digital marketing. (Foto : dokumentasi UPN 'Veteran' Yogyakarta / newsway.co.id)

NEWSWAY.CO.ID, YOGYAKARTA – Penyaluran pupuk bersubsidi terus diupayakan agar tepat sasaran. Salah satunya dengan memperkuat tata kelola penyaluran oleh PT Pupuk Indonesia (Persero).

Proses pemesanan dan pemantauan stok pupuk bersubsidi dilakukan PT Pupuk Indonesia Persero melalui sistem digital yang terus disempurnakan.

Perwakilan Pupuk Indonesia, Muslih mengatakan, penguatan tata kelola distribusi diperlukan agar pupuk bersubsidi tersalurkan tepat sasaran.

“Kami menekankan kembali pentingnya kepatuhan terhadap HET sesuai ketentuan Kementerian Pertanian untuk menjaga keseragaman harga di lapangan,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).

Dijelaskan Muslih, PT Pupuk Indonesia (Persero) juga telah menyelenggarakan program Optimalisasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi Kabupaten Sleman dan Pelatihan Digital Marketing di nDalem Kopi Lesung, Margoluwih, Seyegan, Selasa (18/11/2025). Acara ini sekaligus meningkatkan kemampuan mitra dalam pemanfaatan teknologi pemasaran digital.

“Proses pemesanan dan pemantauan stok telah terintegrasi melalui sistem digital yang terus disempurnakan. Integrasi sistem ini mempermudah alur distribusi dan mempercepat pelayanan kepada petani,” jelasnya.

Kegiatan ini diikuti Pelaku Usaha Distribusi (PUD) dan Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) Kabupaten Sleman. Para peserta mendapatkan penjelasan mengenai dinamika pasokan, alur pemesanan, serta mekanisme distribusi agar layanan kepada petani berjalan sesuai regulasi. Pupuk Indonesia menggandeng Program Magister Ilmu Komunikasi UPN ‘Veteran’ Yogyakarta sebagai mitra edukasi.

Perwakilan Prodi Mikom, Ahmad Hardiyan mengatakan, keterlibatan UPN merupakan bagian dari pilot project mata kuliah Komunikasi Marketing.

“Kami memberikan penguatan literasi digital bagi mitra agar strategi komunikasi dan layanan mereka semakin efektif,” ujarnya.

Dua narasumber dari UPN, Mutiara Sukma dan Miftahuddin Ahmad, menyampaikan materi terkait pemanfaatan digital marketing, termasuk pengelolaan konten, penguatan citra usaha, dan teknik komunikasi berbasis platform digital.

Pupuk Indonesia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman mitra terhadap tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi serta membantu mereka memanfaatkan teknologi digital dalam operasional sehari-hari. (nw)

Tinggalkan Balasan

Latest from Blog

[10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: Pasar murah di Halaman Kantor Bupati Banjar (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id) [10.57, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar Sediakan Beras Lokal dan Ikan Bersubsidi di Pasar Murah Kantor Bupati Banjar NEWSWAY.CO.ID, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyediakan beras lokal dan ikan bersubsidi pada kegiatan pasar murah yang digelar di halaman Kantor Bupati Banjar, Rabu (11/03/2026) hingga Kamis (12/03/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penutupan pasar murah Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Banjar selama dua hari untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau. Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Banjar, M. Hamdani mengatakan, pihaknya menyiapkan dua komoditas utama dalam kegiatan tersebut, yakni beras lokal serta ikan air tawar. “Untuk hari ini kami menjual beras lokal jenis unus. Per kantong dijual seharga Rp40 ribu dengan isi 4 liter. Harga tersebut sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah sebesar Rp20 ribu per kantong,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan pihaknya menyiapkan sekitar 200 kantong beras atau setara 400 liter. Jumlah yang sama juga akan kembali disediakan pada hari kedua kegiatan pasar murah. Selain beras, DKPP juga membawa ikan air tawar yang terdiri dari ikan nila dan ikan patin. Kedua jenis ikan tersebut dijual dengan harga lebih murah karena mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. “Untuk ikan nila dan patin ini kita berikan subsidi sekitar Rp10 ribu per kilogram dibandingkan harga pasar,” jelas Hamdani. Pada hari pertama pasar murah, DKPP menyiapkan sekitar 100 kilogram ikan nila dan patin. Stok yang sama juga akan disediakan kembali pada hari berikutnya. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap pasar murah tersebut cukup tinggi karena harga komoditas yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar. “Antusias masyarakat cukup tinggi. Ada juga yang belum kebagian hari ini dan kemungkinan akan membeli besok karena stok hari ini sudah terbatas,” katanya. Untuk pemerataan, pembelian komoditas dibatasi satu paket untuk setiap orang. Selain itu masyarakat juga diwajibkan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar saat melakukan pembelian. “Setiap orang hanya bisa membeli satu paket dengan menunjukkan KTP Kabupaten Banjar agar bantuan ini tepat sasaran,” pungkasnya.(nw) [10.58, 11/3/2026] Ervan Newsway: DKPP Banjar sediakan Ikan bersubsidi di Pasar Murah. (Foto : Muhammad Ervan Ariya Ramadani/newsway.co.id)